Rabiatul Adawiyah - wali perempuan

"Syarat meminang Rabiatul Al-Adawiyah"

al-kisah, disebutkan juga kisahnya, kisah seorang wali perempuan di daerah Arab sana, dia bernama "Rabiah Al-Adawiyah", suatu ketika datanglah beberapa ulama kerumahnya, para ulama itu adalah Hasan Al-Basri, Malik bin Dinar, dan Stabit Al-Banani. setelah diperkenankan masuk kedalam rumah Rabiatul Al-Adawiyah, meeka dijamu layaknya seorang tamu, setelah itu mereka mulai menjelaskan maksud kedatangannya

Hasan Al-basyri : "wahai Rabi’ah, nikah itu merupkan sunah Rasulullah SAW, untuk itu silahkan engkau memilih salah seorang diantara kami sebagai calon suamimu,"
Rabiah Al-Adawiyah : "Baiklah tuan - tuan yang terhormat, namun, aku berhak mengajukan syarat. selamaini aku mempunyai beberapa permasalahan, barang siapa diantara kalian yang mampu memecahkan permasalahan itu, dilah yang berhak untuk menikahi diriku."

Rabiah Al-Adawiyah pun melontarkan masalahnya kepada Hasan Al-basyri untuk memecahkannya.....

Syarat dalam pertanyaan pertama : "menurut tuan, kelak dihari kiamat aku termasuk golongan mana? apakah aku termasuk golongan yang akan masuk neraka atau yang akan masuk surga?"
Syarat dalam pertanyaan ke 2 : "menurut tuan, aku ini termasuk manusia yang celaka atau manusia yang bahagia, ketika Allah SWT menciptakan diriku dalam kandungan ibuku?"
Syaat dalam pertanyaan ke 3 : "menurut tuan, aku termasuk golongan yang mana ketika seseorang diseru nanti, apakah golongan yang diseru”janganlah kamu gentar atau bersedih”, ataukah golongan yang akan diseru,”tidak akan ada rasa gembira bagimu”?”
Syarat dalam pertanyaan ke 4 : "menurut tuan, kuburanku nanti termasuk taman surga atau galian neraka?”
Syarat dalam pertanyaan ke 5 : "menurut tuan, wajahku kelak dihari kiamat termasuk wajah yang putih berseri ataukah wajah yang hitam kelam dan yang bermulam durja?”
Syarat dalam pertanyaan ke 6 : "meurut tuan, aku termasuk golongan manakah kelak dihari kiamat, ketika masing- masing manusia dipanggil, ‘fulan bin fulan bahagia‘, ataukah dipanggil, ‘fulan bin fulan celaka’?”
 
Hasan Al-basyri selalu saja menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Rabiah Al-Adawiyah dengan jawaban "maaf, itu aku juga tidak tau pasti”

lalu dengan perasaan sedih dan kecewa, para ulama - ulama itu pun bergegas meninggalkan rumah Rabiah Al-Addawiyah.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © Hareem L'Masyhur